Perasaan ini sungguh sangat sederhana, tak perlu dikoar-koarkan agar seluruh dunia tahu bagaimana perasaan ini. Cukup aku dan Dia saja yang mengerti, bahwa perasaan ini masih sangat dini untuk disebut cinta. Aku pun tak berani membayangkannya terlalu jauh, apalagi sampai pada kata "berharap", karena berharap pada manusia artinya harus siap pada puncak kecewa. Cukup menyebut namanya dalam setiap doaku. Biarlah Dia yang memutuskan akan sampai pada tahap apa perasaan ini bertahan. Tak perlu aku memaksakan skenario hidup ini untuk membuatnya menyadari hadirnya perasaan ini, karena aku yakin itu hanya akan merusak skenarioNya yang pasti lebih baik dari apa yang aku inginkan. Akan jauh lebih baik untuk menunggu hingga saat itu datang, kita sibukkan diri dengan hal-hal yang lebih disukaiNya dari pada menyibukkan diri dengan angan semu tentangnya. Tapi memang bukan hal mudah untuk melakukan semua teori itu, sesibuk apapun diri dengan serentet agenda yang harus dijalankan selalu ada celah untuk kembali memikirkannya. Memang lumrah, tapi itu hanya akan menjadi sesuatu yang mubah ketika kita tak bisa melawan keinginan hati untuk menjauhkannya dari pikiran kita.
Maka biarlah. . . .
Biarlah semua mengalir apa adanya,
Biarlah waktu yang akan menguraikan seluruh perasaan ini,
dan biarlah Dia, cukup Dia saja yang menjadi sandaran hatiku saat ini,
Biarlah diri ini tetap terkungkung dalam penantian panjangku, layaknya kepompong yang menyimpan dirinya dalam kesendirian, demi memantaskan diri agar tidak lagi dipandang buruk oleh orang lain.
Biarlah diri ini tetap menunggu, hingga semua indah pada waktunya nanti, saat semua tlah menjadi halal untuk dipersatukan dalam sebuah ikatan suci yang sakinah, mawadah, warahmah. . . .
Insya Allah......
Sederhana
Diposting oleh
Hi Kids Indonesia
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar