RSS
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Seulas Rindu untuk Ibu


Wajah itu...
Mengingatkanku pada satu rindu
Dimasa yang lalu
 Saat mimpi masih indah bersamamu...
Ibu...
Meski kini kau telah jauh, ijinkanlah aku untuk tetap
melukiskan senyummu di cakrawala
Meski jarak dan waktu kita tak lagi sama
Ku yakin cinta dan kasihmu akan tetap ada...
Ibu...
Masih terekam jelas dalam ingatanku
Ketika masa kecilku dulu
Kau yang selalu ada dalam setiap tangis dan tawaku
Kau yang selalu memenuhi segala ingin dan harapku
Meski kadang keadaan tak mampu menjadikannya ada
Kau selalu berusaha untuk mewujudkannya
Tak peduli berapa tetes keringat yang telah kau usap
Tak kau hiraukan panas mentari yang kadang menusuk kulitmu
Ibu...
Akankah waktu bisa mengembalikanmu pada kebersamaan
Akankah jarak bisa menghadirkanmu dalam setiap kerinduan
Disudut kehidupan ini, aku masih bertahan
Mengumpulkan rangkaian mimpi yang tercecer
Menjadi wujud baktiku untukmu
Meki tak bisa kupersembahkan diakhir nafasmu
Ibu...
Di kehidupan yang selanjutnya...
Berjanjilah kau akan tetap menjadi ibu yang terbaik untukku...
Berjanjilah untuk satu kebersamaan yang sedang tergadai dengan kesendirian ini...
Karena selalu ada cinta dan rindu
Yang membuatku bertahan untuk menunggu
Hingga waktunya nanti kita akan bertemu
Ibu...

Aku merindukanmu...

Semarang, 22 November 2014
00:45

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemilih Cerdas untuk Pemimpin yang Berkualitas



Memilih dan dipilih memang hak setiap orang. Bukan menjadi alasan ketika kita sebagai pemilih justru tidak menggunakan hak kita dengan dalih tidak ada "pilihan" yang sesuai dengan harapannya. Apalagi bagi kita yang bangga dengan status mahasiswa. Ada tidaknya kriteria yang kita inginkan pada pilihan tersebut baiknya tidak mengambil jalan aman dengan memilih Golput (Golongan Putih). Mungkin para Golput ini memiliki pandangan bahwa "pilihan" yang mulai ramai disorot berbagai media tak ada yang dianggapnya benar-benar baik seperti saat kampanye hingga terpilih menjadi seorang pemimpin. Atau karena para Golput ini merasa satu suaranya takkan merubah keadaan menjadi lebih baik hingga dia memilih Golput dan tak peduli akan pilihan mana yang akan terpilh nantinya. Sikap Golput ini pun akan dimintai pertanggung jawaban kelak di kehidupan selanjutnya. Coba bayangkan jawaban apa yang akan kita berikan ketika pertanyaan itu terlempar saat hari pembalasan itu tiba? Setidaknya, dengan kita tetap berpartisipasi memilih calon pemimpin negeri ini, kita telah berusaha dengan satu suara kita untuk merubah iklim di negeri ini menjadi lebih baik.
Ada sebuah cerita yang bisa kita ambil pesan moralnya untuk melihat bagaimana bentuk usaha kita dalam menjalankan hidup yang sederhana ini. Dalam cerita itu, ada seekor burung pipit yang berusaha dengan paruh kecilnya mengambil air untuk memadamkan api yang membakar sebuah hutan. Ia terus berusaha mengambil air sedikit demi sedikit dengan paruhnya, tetapi api itu tak kunjung padam. Lalu datanglah seekor burung elang dan berkata bahwa perbuatannya hanya sia-sia. Api itu terlalu besar untuk dipadamkan hanya dengan air yang ia bawa dalam paruh kecilnya itu. Tapi burung pipit tak menyerah dan menjawab perkataan burung elang bahwa walaupun mungkin perbuatannya hanya sia-sia, setidaknya dia sudah berusaha melakuakan yang ia bisa dan kelak ketika burung pipit dimintai pertanggung jawaban hidupnya, ia memiliki alasan tersebut selama hidup di dunia.
Lalu bagaimana dengan kita yang notabenenya sebagai makhluk yang paling sempurna yang Ia ciptakan, apakah tetap tenang saat yang lain tengah berjuang? Apakah kita akan tetap berpangku tangan saat yang lain tengah berperang?
Status kita sebagai mahasiswa hedaknya mampu menjadi penggerak bangsa untuk melangkah lebih cepat agar semakin tak tertinggal dengan negara tetangga, tetapi seringkali mahasiswa yang hanya sekedar mengejar nilai akademik menjadi tidak peka dengan keadaan bangsa yang sangat menginginkan pemimpin yang amanah. Ditangan kitalah negeri ini berharap. Meski hanya dengan satu suara yang bisa kita berikan saat pemilu nanti, setidaknya kita telah membantu bangsa ini dalam menemukan pemimpinnya yang berkualitas. Siapapun pilihan kita nanti di kotak pemilu, pilihlah ia yang tidak terobsesi dengan jabatan tapi juga tidak idealis dalam menjalankan perubahan. Jadilah pemilih yang cerdas agar bangsa ini temukan pemimpin yang berkualitas.  










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjaga Hati :)



Mengikuti kata hati, bukan perkara mudah untuk melakukannya. Ketika bisikan hati itu begitu lirih dan tak cukup jelas untuk dituruti keinginannya, bagaimana diri ini akan mengikuti ke arah mana yang dia inginkan. Memang benar, kata hati selalu jujur dan berusaha menunjukkan jalan terbaik yang harus kita ambil, tapi terkadang kita melupakan hal itu dan lebih mendewakan nafsu tanpa mengikutsertakan logika dalam mengambil sebuah keputusan, sehingga yang terjadi adalah kegelisahan yang tak terdeteksi apa penyebab pastinya. Begitukah manusia, yang selalu dimaklumi sebagai makhluk yang tak sempurna? Banyak sebagian orang yang menjadikan alasan klasik tersebut sebagai pembatasan diri dalam melakukan suatu hal yang sebenarnya ia mampu melakukannya dengan usaha yang lebih di atas rata-rata orang lain, tapi karena persepsi itu mereka berpikir bahwa sebatas ini saja yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan sesuatu.
Dalam bahasan yang lebih mengerucut, kita biasa menyebutnya dengan satu kata yang penuh makna, Cinta. Takkan pernah habis kata untuk membahasakan satu kata sederhana ini. Semua orang bisa mengartikannya dengan bahasa yang berbeda, tapi tidak semua orang bisa memahami hakikat cinta yang sebenarnya. Cinta selalu dekat dengan hati, karena memang tempat bersarang cinta dalam hati manusia yang siap disinggahi. Terlalu sempit ketika seseorang hanya mengira cinta itu berwarna pink, lalu pertanyaanya apakah benar cinta itu berwarna? Setiap simbol cinta selalu dilambangkan dengan bentuk waru, padahal bisa saja cinta dilambangkan dalam bentuk lain. Namun lagi-lagi persepsi orang tentang cinta selalu digambarkan dengan bentuk waru yang berwarna pink atau merah. Pola pikir yang seperti inilah yang sulit dirubah. Dan hal itu juga terjadi pada kekuatan diri. Ketika satu sugesti telah terpatri dalam hati maka akan sulit mengubahnya dengan sugesti yang baru. Meskipun bisa tapi perlu waktu lama untuk menggantinya. 
Semua butuh pembiasaan, walau harus diawali dengan sedikit paksaan, tapi itulah yang akan membuat perubahan pada pola pikir kita, bahwa segala sesuatu terlalu luas untuk dijelaskan dengan hanya satu kata, satu kalimat, satu paragraf, bahkan mungkin satu buku sekalipun takkan mampu menguraikan segalanya. Begitulah... sedalam-dalamnya lautan tetap dapat diselami, tapi sedalam apa perasaan itu hadir, takkan ada yang bisa membuatnya mengerti dengan bahasa yang sederhana. Dan bagaimana perasaan itu harus dijaga, tak semua orang dapat melakukannya. Terkadang kita terlalu mudah mengumbar rasa yang kita anggap lumrah menjadi sesuatu yang mubah. Perasaan yang kita anggap wajar menjangkit setiap insan tapi nyatanya menjadi sesuatu yang tak baik untuk diumbar. Apalagi untuk kaum hawa, hati kita rapuh. Iman kita mudah lumpuh, maka tetaplah teguh. Tetaplah menjadi pribadi tangguh menjaga kehormatan diri. Jangan biarkan setan-setan itu mengelana mempermainkan  kelemahan kita, karena ia takkan pernah berhenti menggoda kita bahkan saat nafas  terlepas dari raga kita, setan akan terus mengintai sampai ia benar-benar mendapatkan apa yang dia inginkan. Tau kan apa keinginan terbesarnya? Apalagi kalau bukan untuk menemaninya di tempat yang paling buruk, tempat peristirahatan terakhir yang penuh siksaan dan azabNya. Na'udzubillah....
Maka wahai Muslimah, marilah kita berusaha menjaga hati ini. Menjaga dari segala titik hitam yang dapat menghilangkan cahaya KasihNya. Tetaplah istiqomah, Insya Allah barakah..... Lillah... :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Bertahan pada ketegasan waktu yang terus berputar

Takkan menyisakan celah yang berarti untuk sepenggal kisah yang telah terjadi


Akan menjadi sesuatu yang layak dikenang ketika kita mampu melepaskannya dengan hati lapang

Tak perlu ada sesal, karena semua takkan bisa terulang. . .

Hanya dengan berpegang pada suratan takdirNya,

semua akan terasa lebih mudah untuk dijalankan. . .

Karena ku tahu, jalan ini masih panjang, mimpi ini masih luas terbentang,

dan harapan ini takkan pupus terhalang ketidakpastian, 

akan selalu ada Dia disetiap langkah kaki kita, 

dan akan selalu ada Dia dalam setiap tarikan nafas ini,

Bismillah....

untuk hidup yang lebih indah dan barakah. . .

Insya Allah. . . . 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sederhana

Perasaan ini sungguh sangat sederhana, tak perlu dikoar-koarkan agar seluruh dunia tahu bagaimana perasaan ini. Cukup aku dan Dia saja yang mengerti, bahwa perasaan ini masih sangat dini untuk disebut cinta. Aku pun tak berani membayangkannya terlalu jauh, apalagi sampai pada kata "berharap", karena berharap pada manusia artinya harus siap pada puncak kecewa. Cukup menyebut namanya dalam setiap doaku. Biarlah Dia yang memutuskan akan sampai pada tahap apa perasaan ini bertahan. Tak perlu aku memaksakan skenario hidup ini untuk membuatnya menyadari hadirnya perasaan ini, karena aku yakin itu hanya akan merusak skenarioNya yang pasti lebih baik dari apa yang aku inginkan. Akan jauh lebih baik untuk menunggu hingga saat itu datang, kita sibukkan diri dengan hal-hal yang lebih disukaiNya dari pada menyibukkan diri dengan angan semu tentangnya. Tapi memang bukan hal mudah untuk melakukan semua teori itu, sesibuk apapun diri dengan serentet agenda yang harus dijalankan selalu ada celah untuk kembali memikirkannya. Memang lumrah, tapi itu hanya akan menjadi sesuatu yang mubah ketika kita tak bisa melawan keinginan hati untuk menjauhkannya dari pikiran kita.
Maka biarlah. . . .
Biarlah semua mengalir apa adanya,
Biarlah waktu yang akan menguraikan seluruh perasaan ini,
dan biarlah Dia, cukup Dia saja yang menjadi sandaran hatiku saat ini,
Biarlah diri ini tetap terkungkung dalam penantian panjangku, layaknya kepompong yang menyimpan dirinya dalam kesendirian, demi memantaskan diri agar tidak lagi dipandang buruk oleh orang lain.
Biarlah diri ini tetap menunggu, hingga semua indah pada waktunya nanti, saat semua tlah menjadi halal untuk dipersatukan dalam sebuah ikatan suci yang sakinah, mawadah, warahmah. . . .
Insya Allah......


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Motivasi itu seperti mandi, tak hanya butuh sekali tapi harus berkali-kali. Layaknya orang mandi, motivasi bisa dilakukan oleh diri sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Jadilah motivator yang baik untuk diri sendiri dan orang lain...
La tahzan!!! Hamazah...!!! :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS