RSS
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pemilih Cerdas untuk Pemimpin yang Berkualitas



Memilih dan dipilih memang hak setiap orang. Bukan menjadi alasan ketika kita sebagai pemilih justru tidak menggunakan hak kita dengan dalih tidak ada "pilihan" yang sesuai dengan harapannya. Apalagi bagi kita yang bangga dengan status mahasiswa. Ada tidaknya kriteria yang kita inginkan pada pilihan tersebut baiknya tidak mengambil jalan aman dengan memilih Golput (Golongan Putih). Mungkin para Golput ini memiliki pandangan bahwa "pilihan" yang mulai ramai disorot berbagai media tak ada yang dianggapnya benar-benar baik seperti saat kampanye hingga terpilih menjadi seorang pemimpin. Atau karena para Golput ini merasa satu suaranya takkan merubah keadaan menjadi lebih baik hingga dia memilih Golput dan tak peduli akan pilihan mana yang akan terpilh nantinya. Sikap Golput ini pun akan dimintai pertanggung jawaban kelak di kehidupan selanjutnya. Coba bayangkan jawaban apa yang akan kita berikan ketika pertanyaan itu terlempar saat hari pembalasan itu tiba? Setidaknya, dengan kita tetap berpartisipasi memilih calon pemimpin negeri ini, kita telah berusaha dengan satu suara kita untuk merubah iklim di negeri ini menjadi lebih baik.
Ada sebuah cerita yang bisa kita ambil pesan moralnya untuk melihat bagaimana bentuk usaha kita dalam menjalankan hidup yang sederhana ini. Dalam cerita itu, ada seekor burung pipit yang berusaha dengan paruh kecilnya mengambil air untuk memadamkan api yang membakar sebuah hutan. Ia terus berusaha mengambil air sedikit demi sedikit dengan paruhnya, tetapi api itu tak kunjung padam. Lalu datanglah seekor burung elang dan berkata bahwa perbuatannya hanya sia-sia. Api itu terlalu besar untuk dipadamkan hanya dengan air yang ia bawa dalam paruh kecilnya itu. Tapi burung pipit tak menyerah dan menjawab perkataan burung elang bahwa walaupun mungkin perbuatannya hanya sia-sia, setidaknya dia sudah berusaha melakuakan yang ia bisa dan kelak ketika burung pipit dimintai pertanggung jawaban hidupnya, ia memiliki alasan tersebut selama hidup di dunia.
Lalu bagaimana dengan kita yang notabenenya sebagai makhluk yang paling sempurna yang Ia ciptakan, apakah tetap tenang saat yang lain tengah berjuang? Apakah kita akan tetap berpangku tangan saat yang lain tengah berperang?
Status kita sebagai mahasiswa hedaknya mampu menjadi penggerak bangsa untuk melangkah lebih cepat agar semakin tak tertinggal dengan negara tetangga, tetapi seringkali mahasiswa yang hanya sekedar mengejar nilai akademik menjadi tidak peka dengan keadaan bangsa yang sangat menginginkan pemimpin yang amanah. Ditangan kitalah negeri ini berharap. Meski hanya dengan satu suara yang bisa kita berikan saat pemilu nanti, setidaknya kita telah membantu bangsa ini dalam menemukan pemimpinnya yang berkualitas. Siapapun pilihan kita nanti di kotak pemilu, pilihlah ia yang tidak terobsesi dengan jabatan tapi juga tidak idealis dalam menjalankan perubahan. Jadilah pemilih yang cerdas agar bangsa ini temukan pemimpin yang berkualitas.  










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar